Sumenep, Suaradara.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Paramadina sukses menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Ambiguitas Demokrasi: Pola Konservatif & Transformatif, Upaya Pembebasan atau Pembelengguan”. Acara yang menyoroti dinamika politik kontemporer ini digelar secara terbuka di Halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Senin malam (25/5/2026)
Diskusi ini sengaja diinisiasi untuk membedah arah demokrasi hari ini yang dinilai kerap mengalami ambiguitas. Mahasiswa diajak untuk menelaah apakah sistem yang berjalan benar-benar membawa misi pembebasan bagi rakyat, atau justru menjelma menjadi alat pembelenggu baru melalui pola-pola lama (konservatif) yang dikemas secara modern.
Untuk mengupas tuntas realitas tersebut, HMI Komisariat Paramadina menghadirkan dua pakar akademisi terkemuka sebagai narasumber, yaitu Dr. Mohammad Hidayaturrahman dan Dr. Wilda Rasaili, S.I.P., M.A.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Dr. Mohammad Hidayaturrahman menekankan pentingnya menjaga nalar kritis masyarakat di tengah gempuran pragmatisme politik.
Sementara itu, Dr. Wilda Rasaili menyoroti bagaimana pola demokrasi transformatif harus terus didorong agar tidak terjebak dalam gerakan konservatif yang stagnan dan hanya menguntungkan segelintir elite.
“Demokrasi tidak boleh hanya menjadi ritual prosedural lima tahunan. Mahasiswa dan pemuda harus menjadi motor penggerak agar demokrasi kita bergerak ke arah yang transformatif, bukan malah mundur ke pola konservatif yang membelenggu hak-hak publik,” ujar salah satu narasumber di sela-sela pemaparan materi.
Sinergi dan Ruang Dialektika Mahasiswa Sumenep
Agenda ini tidak sekadar menjadi ajang dengar pendapat searah, melainkan ruang dialektika yang hidup dan interaktif. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang melibatkan berbagai elemen strategis di Sumenep, di antaranya:
Organisasi Daerah (Orda) se-Kabupaten Sumenep.
Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa (Ormek) se-Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat Paramadina, Faisal Haq, mengungkapkan bahwa kehadiran berbagai elemen organisasi ini merupakan bukti nyata komitmen kolektif mahasiswa Sumenep dalam mengawal isu-isu sosial-politik, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui forum ini, diharapkan para kader HMI, pengurus Ormek, dan aktivis daerah mampu membaca arah kebijakan serta dinamika demokrasi secara lebih jernih, objektif, dan kritis demi kemajuan Kabupaten Sumenep ke depan.@ (mahena)
Editor : Suaradara













