Ketua Banggar DPR Perkirakan Kebutuhan Anggaran MBG 2027 Cukup Rp174 Triliun, Kualitas Tetap Terjaga

- Editorial Team

Senin, 6 Juli 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suaradara.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memperkirakan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027 akan berada di kisaran Rp174 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi pagu indikatif yang sebelumnya mencapai Rp270,2 triliun. Meski demikian dipastikan tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaan program.

Pernyataan itu disampaikan Said kepada awak media di Kompleks Parlemen, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2026). Menurutnya, estimasi tersebut didasarkan pada evaluasi kebutuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sasaran penerima manfaat.

Said menjelaskan, kebutuhan SPPG diperkirakan cukup sekitar 21.000 titik, bukan 27.000 titik sebagaimana sempat menjadi acuan sebelumnya. Selain itu, perhitungan juga disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang akan dilayani.

“Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Kemudian kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” ujar Said.

Baca Juga:  Membludak! 873 Pelamar Berebut 14 Formasi Pegawai BLUD RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Saat ditanya mengenai selisih anggaran dibandingkan proyeksi sebelumnya, Said mengakui penurunannya cukup signifikan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat perkiraan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah maupun DPR.

“Kalau dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun ya tinggilah,” katanya.

Ia menambahkan, pembahasan resmi mengenai besaran anggaran Program MBG dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 baru akan dilakukan bersama pemerintah sebelum pengesahan APBN pada September mendatang.

“Diketoknya nanti di bulan September. Kalau diketok sendiri palunya juga enggak laku. Masa Banggar sendiri yang ketok? Kan harus sama pemerintah,” ucapnya.

Kendati proyeksi anggaran menurun, Said memastikan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan mutu gizi yang diterima para penerima manfaat maupun tata kelola program.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Gandeng Dua Perusahaan Bangun Ekosistem Perikanan Terintegrasi

“MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, ‘Lah, kok turun?’ Bukan. Yang penting menjaga kualitas. Yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa pagu indikatif BGN untuk tahun anggaran 2027 mencapai Rp270,2 triliun. Dana tersebut dirancang untuk melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Namun, Agustina menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih akan dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

Baca Juga:  Perluas Jangkauan, RSUDMA Sumenep Berencana Tambah Armada Mobil La Sehat

“Sekali lagi ini belum final karena belum dibahas. Nanti tolong hati-hati nulisnya. Kami masih akan terus membahas,” kata Agustina usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap sasaran penerima manfaat sekaligus kebutuhan anggaran program. Salah satu simulasi yang tengah dikaji menunjukkan jumlah penerima manfaat berpotensi berkurang sekitar delapan juta orang sebagai bagian dari penajaman sasaran dan upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan program.

Evaluasi tersebut juga mencakup penataan tata kelola dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap berjalan efektif dengan anggaran yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.@ (misrawi)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel suaradara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal Digagalkan Masuk Indonesia Lewat Kepri
Camat Nonggunong Pimpin Kurvei Lintas Instansi, Perkuat Budaya Bersih dan Semangat Gotong Royong
Bupati Sumenep Geser Sejumlah Pejabat Administrator
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Pemkab Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Penyaluran Hewan Kurban Iduladha 1447 H
Jelang Iduladha 1447 H, Said Abdullah Salurkan 298 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Madura
Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD Moh Anwar Perkuat Melalui Validasi Data Pelayanan
Layani Ratusan Pasien, Kunjungan Poli Terpadu RSUD Moh Anwar Terus Meningkat

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:42 WIB

2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal Digagalkan Masuk Indonesia Lewat Kepri

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:13 WIB

Camat Nonggunong Pimpin Kurvei Lintas Instansi, Perkuat Budaya Bersih dan Semangat Gotong Royong

Senin, 13 Juli 2026 - 08:08 WIB

Bupati Sumenep Geser Sejumlah Pejabat Administrator

Senin, 6 Juli 2026 - 11:16 WIB

Ketua Banggar DPR Perkirakan Kebutuhan Anggaran MBG 2027 Cukup Rp174 Triliun, Kualitas Tetap Terjaga

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:12 WIB

MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Berita Terbaru