Sumenep, Suaradara – Warga Sumenep kini tak lagi harus datang sejak subuh demi mendapatkan nomor antrean di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA). Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut resmi menyandang status rumah sakit tipe B serta meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima.
Capaian ini menandai babak baru layanan kesehatan di daerah paling timur Pulau Madura. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh peningkatan sarana, prasarana, dan peralatan medis, tetapi juga pembenahan sistem pelayanan berbasis digital.
Jika sebelumnya pasien harus datang lebih awal untuk memperoleh nomor antrean, kini proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui telepon genggam. Inovasi ini menjadi solusi atas keluhan antrean panjang yang selama ini kerap terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian besar layanan juga telah terintegrasi melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Alur pelayanan, mulai dari pendaftaran, poliklinik, laboratorium, hingga instalasi farmasi, kini tersambung dalam satu sistem yang terintegrasi.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan capaian akreditasi merupakan hasil pembenahan menyeluruh yang dilakukan manajemen bersama seluruh tenaga kesehatan.
“Akreditasi Paripurna ini adalah buah dari kerja keras bersama. Ini bukan tujuan akhir, tetapi pijakan untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata dr. Erliyati, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, penerapan Rekam Medis Elektronik memungkinkan data pasien diakses lebih cepat dan terdokumentasi lebih rapi. Integrasi sistem juga mempercepat koordinasi antarunit layanan.
“Digitalisasi membawa perubahan signifikan. Proses layanan menjadi lebih cepat, koordinasi antarunit lebih efektif, dan data medis pasien tersimpan dengan baik,” ujarnya.
Kenaikan status menjadi rumah sakit tipe B, menurut dia, akan memperluas peran RSUDMA. Rumah sakit ini kini diproyeksikan menjadi pusat rujukan regional, khususnya bagi wilayah Madura.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kesiapan tersebut ditopang denngan peningkatan tata kelola, mutu pelayanan, serta kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
“Dengan status rumah sakit tipe B dan sistem layanan yang terintegrasi, kami semakin siap menangani pasien rujukan dan memberikan layanan kesehatan yang optimal,” paparnya.
Manajemen berharap transformasi ini dapat menekan angka rujukan pasien ke luar daerah. Dengan layanan yang lebih cepat dan terintegrasi, akses kesehatan spesialistik diharapkan semakin dekat bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya.@ (paong)








