Sumenep, Suaradara.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep terus diarahkan pada pengembangan sektor pertanian yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi.
Pemerintah daerah mendorong transformasi pertanian agar tidak lagi hanya mengandalkan pola konvensional, tetapi mampu menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, sekaligus tuntutan pasar yang semakin berkembang.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa masa depan sektor pertanian tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan harus ditopang inovasi, teknologi, dan semangat kolaborasi agar mampu menjawab tantangan zaman.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati keberhasilan IRA Farm menunjukkan bahwa inovasi dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang ekonomi baru.
“Ketahanan pangan harus dibangun melalui tindakan nyata. Kehadiran IRA Farm membuktikan bahwa pertanian modern mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus menciptakan peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat,” kata Achmad Fauzi di sela-sela kegiatan.
Bupati menilai perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan meningkatnya kebutuhan pasar menjadi tantangan yang harus dijawab dengan transformasi sektor pertanian.
Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin semakin banyak petani dan generasi muda berani memanfaatkan teknologi. Pertanian modern bukan sekadar meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus menghadirkan pendampingan, pelatihan, serta memperluas kolaborasi dengan kelompok tani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar inovasi pertanian terus berkembang di seluruh wilayah.
“Saya berharap inovasi seperti IRA Farm terus bermunculan di berbagai desa sehingga Sumenep mampu menjadi daerah yang tangguh dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pengembangan pertanian modern merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan di tengah semakin terbatasnya lahan produktif dan perubahan iklim yang terus berlangsung.
“Usaha hidroponik seperti IRA Farm membuktikan bahwa teknologi mampu menghasilkan panen yang lebih optimal, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola secara serius,” kata Chainur.
Menurut pria yang karib disapa Inung tersebut, keberhasilan IRA Farm layak dijadikan contoh bagi kelompok tani maupun generasi muda yang ingin mengembangkan usaha pertanian berbasis teknologi.
Selain itu, mampu mendukung kebutuhan pangan, sektor tersebut juga menawarkan prospek bisnis yang menjanjikan.
“Kami akan terus mendorong lahirnya lebih banyak inovasi pertanian modern di Kabupaten Sumenep agar ketahanan pangan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.
Diketahui Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Hainur Rasyid, SE, MSI meninjau Kebun Hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding, beberapa hari yang lalu.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan pertanian berbasis teknologi.
Dalam peninjauan, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo melihat langsung proses budidaya sayuran hidroponik yang mampu menghasilkan produk berkualitas meski tidak bergantung pada lahan pertanian yang luas.@ (rama)













