Di sisi lain, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep juga mendorong petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil produksi. Petani diharapkan dapat memperhatikan tingkat kematangan daun dan tidak memanen tembakau terlalu dini atau ketika daun masih muda.
Menurut Udik, kualitas tembakau yang sesuai dengan kebutuhan industri akan meningkatkan daya tawar petani sekaligus memperkuat daya saing produk tembakau lokal.
“Petani dan pengusaha rokok merupakan bagian dari satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Ketika petani sejahtera, industri juga akan tumbuh secara berkelanjutan. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara kualitas, harga dan keberlanjutan usaha,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Udik berharap kolaborasi antara petani, pengusaha rokok dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga sektor tembakau tetap menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep yang selama ini menjadikan tembakau sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan. @ (***)
Penulis : Kib
Editor : Misrawi
Sumber Berita: Suaradara













