Sumenep, Suaradara.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) sukses menggelar program unggulan bertajuk “Telessik Isu Keumatan“, sebuah forum diskusi kritis yang menyoroti dinamika sosial-politik terkini.
Kegiatan yang digelar di dinas pertanian ini mengangkat tema sentral, “Moderasi Beragama dan Politik Identitas”,
Acara tersebut dikemas dengan konsep dialog interaktif yang menghadirkan dua narasumber kompeten untuk membedah bagaimana mahasiswa harus memposisikan diri di tengah tarikan politik identitas yang seringkali memecah belah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pelaksana Nur Fawaid Aziz, menyampaikan bahwa forum ini sengaja dirancang untuk mempertemukan berbagai sudut pandang mahasiswa.
“Lewat program Telessik Isu Keumatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga bijak dalam beragama dan berpolitik. Moderasi adalah kunci agar perbedaan tidak menjadi perpecahan,” kata Nur Fawaid Aziz, Sabtu (254/2026)
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota internal LDK, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen organisasi, di antaranya Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Ormek) se-Kabupaten Sumenep, Organisasi Daerah (Orda), serta seluruh UKM di lingkungan Universitas Wiraraja.
Kehadiran berbagai organisasi ini memicu diskusi yang dinamis, terutama saat sesi tanya jawab berlangsung. Para peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan kritis mengenai implementasi moderasi beragama di lapangan serta dampak politik identitas terhadap stabilitas daerah.
Dua narasumber yang hadir, Hasyim Khafani, S.H. dan Dr. Wilda Rasaili, S. IP, M. A., sepakat bahwa mahasiswa sebagai agent of change harus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian dan menolak penggunaan sentimen agama untuk kepentingan politik praktis.
Melalui diskusi panel ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi pemikiran yang bisa diaplikasikan oleh para mahasiswa dalam menjaga kerukunan, baik di dalam lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas.
Penulis : Dara
Editor : Misrawi
Sumber Berita: Suaradara













