Spirit Kelubangsaan Majelis Salakan

- Editorial Team

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini

Oleh Penggagas Majelis Salakan

 

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suaradara.com “Majelis Salakan” pada hakikatnya merupakan manifestasi dari spirit kelubangsaan yang tumbuh secara alami di kalangan alumni dan santri Lubangsa. Spirit kelubangsaan ini tidak hanya dimaknai sebagai ikatan emosional atau kesamaan latar belakang, tetapi lebih jauh sebagai kesadaran kolektif yang berakar pada nilai, tradisi, dan warisan keilmuan yang telah ditanamkan oleh para Pengasuh.

 

Dalam konteks tersebut, Salakan hadir sebagai ruang bersama yang menyalurkan dan mengaktualisasikan semangat kelubangsaan ke dalam bentuk partisipasi yang produktif. Spirit ini menjadi landasan utama dalam menghimpun potensi alumni, memperkuat kebersamaan, serta mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pengembangan Lubangsa secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

 

Sebagai sebuah forum yang bersifat kultural dan partisipatif, Majelis Salakan tidak dibangun dalam kerangka organisasi formal yang kaku, melainkan sebagai wadah yang fleksibel namun tetap memiliki arah dan tujuan yang jelas. Landasan ini dipilih agar Salakan mampu menjadi jembatan penghubung antara gagasan, sumber daya, dan potensi alumni tanpa terjebak pada batasan struktural, sekaligus tetap selaras dengan sistem dan kelembagaan yang telah ada.

 

Lebih dari itu, Salakan juga membawa semangat baru dalam menggerakkan peran alumni, yaitu semangat kolaborasi, penguatan kapasitas, dan orientasi pada kemanfaatan yang lebih luas. Semangat ini merupakan bentuk pengembangan dari nilai-nilai yang telah diwariskan, sehingga apa yang dibangun tidak tercerabut dari akar tradisi, melainkan menjadi kelanjutan yang relevan dengan tantangan zaman.

Baca Juga:  Dua Wajah Negara

 

Namun demikian, spirit kelubangsaan yang diusung dalam Majelis Salakan tidak berdiri secara eksklusif. Salakan tetap menempatkan diri dalam bingkai yang lebih besar, yaitu ke-Annuqayah-an sebagai identitas utama. Dengan demikian, setiap gerak dan arah pengembangan Salakan senantiasa berpijak pada nilai, tradisi, dan orientasi yang sejalan dengan Pondok Pesantren An-Nuqayah. �

 

Berdasarkan landasan tersebut, tujuan berdirinya Majelis Salakan menjadi semakin tegas, yaitu membangun dan memperkuat partisipasi alumni secara produktif, menjaga kesinambungan nilai dan tradisi, serta menghadirkan kemanfaatan yang nyata bagi santri, alumni, dan masyarakat luas. Dengan kata lain, Salakan merupakan upaya kolektif untuk merawat identitas, memperkuat kebersamaan, dan mengembangkan potensi secara berkelanjutan dalam satu kesatuan nilai yang utuh. �

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaradara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Penjahat Bernama Prabowo
Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura
Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Aktivis Bajingan
Dua Wajah Negara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:27 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Senin, 13 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:32 WIB

Penjahat Bernama Prabowo

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:10 WIB

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Senin, 18 Mei 2026 - 14:14 WIB

Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Berita Terbaru

Bupati Sumenep, Achmadi Fauzi Wongsojodu (baju putih) didamping Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Chainur Rasyid saat meninjau langsung proses budidaya sayuran hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok

Berita

Pemkab Sumenep Dorong Pertanian Modern Berbasis Teknologi

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:55 WIB

Fauzi As, Pemerhati Kebijakan Publik

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 03:27 WIB