Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

- Editorial Team

Senin, 13 Juli 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©suaradara.com

Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©suaradara.com

Uang memang memiliki daya sihir yang luar biasa. Ia mampu mengubah sahabat menjadi lawan, mengubah jabatan menjadi komoditas, bahkan mengubah amanah menjadi transaksi.

Ketika uang datang bersama emas, nurani sering kali memilih pensiun lebih awal. Mata terbuka lebar melihat kilau logam mulia, tetapi perlahan tertutup terhadap jeritan rakyat yang setiap hari membayar harga korupsi.

Ironisnya, rakyat tidak pernah ikut menikmati pesta itu. Rakyat hanya menerima tagihannya. Harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja sempit, sekolah rusak, rumah sakit penuh keterbatasan, jalan berlubang, bantuan sosial bermasalah. Semua itu adalah bunga yang harus dibayar masyarakat ketika korupsi dibiarkan tumbuh.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap Polri dan Kejaksaan tampil sebagai dua institusi yang saling menguatkan dalam menegakkan hukum. Namun yang tampak di hadapan publik justru persaingan yang memunculkan pertanyaan: apakah energi lebih banyak dihabiskan untuk membersihkan negara atau sekadar membuktikan siapa yang lebih kuat?

Baca Juga:  Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Kritik serupa juga layak diarahkan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dalam persidangan perkara dugaan korupsi BSPS, berbagai nama penting disebut di ruang sidang.

Bagi masyarakat, penyebutan nama tentu bukan bukti seseorang bersalah. Namun penyebutan itu wajar menimbulkan harapan agar setiap informasi yang relevan ditindaklanjuti secara profesional sesuai alat bukti dan ketentuan hukum.

Facebook Comments Box

Penulis : Fauzi AS

Sumber Berita: Suaradara

Follow WhatsApp Channel suaradara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Merdeka di Tiang Bendera
Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Penjahat Bernama Prabowo
Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura
Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:35 WIB

Merdeka di Tiang Bendera

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:27 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Berita Terbaru