Sumenep, Suaradara.com – Kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ke Kabupaten Sumenep dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi perbincangan publik. Salah satu yang menarik perhatian ialah bantuan material aspal untuk penanganan jalan berlubang yang dilaporkan hanya berkisar 1,5 truk. Rabu (14/10/2026)
Bantuan tersebut menjadi sorotan karena dinilai perlu dilihat dari sisi kecukupan volume dan jangkauan penanganannya, terutama di tengah persoalan kerusakan jalan provinsi yang tersebar di sejumlah titik wilayah Kabupaten Sumenep.
Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas bantuan tersebut dalam menjawab persoalan infrastruktur di daerah ujung timur Pulau Madura ini. Muncul kekhawatiran dari masyarakat bahwa volume aspal yang minim hanya akan cukup untuk menambal sebagian kecil lubang, sementara jalan provinsi yang rusak parah masih membayangi keselamatan para pengguna jalan.
Menanggapi pertanyaan terkait keterbatasan jumlah bantuan aspal tersebut, sempat muncul respons, “Lailahailallah, itu sesuai dengan kebutuhan,” yang mengindikasikan bahwa distribusi logistik tersebut didasarkan pada perhitungan formal pemeliharaan berkala atau bersifat stimulus. Gubernur Khofifah juga menjelaskan bahwa program perbaikan jalan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah.
“Kami juga menyerahkan bantuan aspal, jadi urunan antara Pemkab Sumenep dan Pemprov. Kita (Pemprov) yang menyerahkan material aspalnya,” ujar Khofifah saat menjelaskan skema kolaborasi infrastruktur tersebut di Sumenep.
Di sisi lain, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, tetap menyambut baik kehadiran rombongan Pemprov Jatim dan mengapresiasi “oleh-oleh” infrastruktur tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bekerja sama dengan pihak provinsi untuk memaksimalkan pemanfaatan aspal tersebut di lapangan.
Selain urusan jalan raya, kunjungan kerja dalam rangka Hari Jadi Jatim di Sumenep ini juga diisi dengan penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan), zakat produktif bagi UMKM, khitanan massal, layanan kesehatan gratis, hingga alokasi anggaran beasiswa senilai Rp50 miliar bagi puluhan ribu pelajar.@ (***)
Penulis : Rahman
Editor : Red









