Sumenep, Suaradara.com – Dinas Kesehatan memperkuat sinergi lintas program dan lintas sektor untuk mengoptimalkan implementasi pelayanan kesehatan primer dan komunitas. Upaya ini diarahkan pada penguatan promotif dan preventif, deteksi dini penyakit, serta pemerataan akses layanan kesehatan hingga tingkat keluarga.
Penguatan tersebut dibahas dalam kegiatan promosi kesehatan (Promkes) yang digelar di Hotel El Malik, Jumat (16/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti penanggung jawab program penyakit tidak menular (PTM), gizi, dan imunisasi, serta dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) bersama tim promosi kesehatan.
Kegiatan menghadirkan Ida Magfroh, SKM, selaku Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi, sebagai narasumber.
Salah satu fokus pembahasan ialah penguatan lintas program dan lintas sektor (LP/LS) agar pelayanan kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan satu komitmen, satu data, dan satu tujuan.
Pendekatan ini menempatkan pencegahan penyakit sebagai prioritas sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pelayanan kesehatan primer juga diarahkan agar menjangkau seluruh fase kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Layanan tersebut mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif secara komprehensif dan berkualitas.
Penguatan promotif dan preventif menjadi perhatian utama tanpa mengesampingkan pelayanan pengobatan serta pemulihan pasien.
Selain itu, jejaring pelayanan kesehatan perlu diperkuat hingga tingkat kecamatan, desa atau kelurahan, dusun, RW, dan RT. Puskesmas, puskesmas pembantu (Pustu), Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), kader kesehatan, PKK, sekolah, serta unsur pemerintahan setempat didorong untuk bekerja secara terpadu.
Penguatan juga dilakukan melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) dengan memanfaatkan digitalisasi dan dashboard situasi kesehatan di tingkat desa atau kelurahan. Data tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, menentukan prioritas intervensi, serta mendukung deteksi dini.
Kunjungan keluarga dan kunjungan rumah turut menjadi bagian penting dalam upaya menemukan risiko kesehatan lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Melalui penguatan LP/LS, perubahan yang diharapkan bukan sekadar penambahan program, melainkan pembenahan cara kerja pelayanan kesehatan. Program promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi, imunisasi, dan program lainnya perlu terhubung dengan dukungan sektor di luar kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan di tingkat keluarga, meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan primer, serta menekan angka kesakitan dan kematian melalui intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan.@ (rama)









