Mutu Persalinan dan Ketepatan Pelaporan Kematian Ibu-Bayi, Jadi Perhatian Dinkes P2KB Sumenep

- Editorial Team

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin serta meningkatkan ketepatan pelaporan kematian ibu dan bayi melalui sistem digital

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin serta meningkatkan ketepatan pelaporan kematian ibu dan bayi melalui sistem digital

Sumenep, Suaradara.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin serta meningkatkan ketepatan pelaporan kematian ibu dan bayi melalui sistem digital.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung deteksi dini komplikasi, meningkatkan kualitas evaluasi kasus, dan memperkuat upaya pencegahan kematian ibu dan bayi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan pelayanan kesehatan ibu bersalin yang diselenggarakan Tim Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinkes P2KB Sumenep di Hotel El-Malik Sumenep, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini diikuti 23 bidan koordinator (bikor) puskesmas wilayah daratan, 23 penanggung jawab ruang bersalin (VK), serta tujuh praktik mandiri bidan (PMB).

Pembahasan difokuskan pada dua aspek utama, yakni pemenuhan standar mutu pelayanan persalinan dan penguatan penginputan otopsi verbal serta pengkajian kematian ibu dan bayi melalui aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN).

Baca Juga:  Maulid Nabi, Diskominfo Sumenep Ajak Pegawai Teladani Sifat Rasulullah

Narasumber pertama, Siti Hairiyah, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan materi tentang penguatan pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin di puskesmas. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap persalinan ditangani sesuai standar, didukung tenaga kesehatan kompeten, fasilitas memadai, serta ketersediaan peralatan dan obat-obatan esensial.

Pelayanan persalinan harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang berizin, seperti puskesmas, klinik bersalin, atau rumah sakit, dengan tenaga medis yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai ketentuan.

Kelengkapan alat dan obat juga menjadi perhatian, terutama untuk mendukung penanganan persalinan, pelaksanaan manajemen aktif kala III, serta pemantauan kala IV guna mencegah perdarahan dan komplikasi maternal.

Selain pemenuhan standar fasilitas, peningkatan mutu pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan. Fasilitas kesehatan didorong menerapkan siklus perbaikan mutu dengan menindaklanjuti rekomendasi audit maternal perinatal.

Deteksi dini terhadap komplikasi, seperti preeklamsia dan perdarahan, juga menjadi kunci untuk mencegah keterlambatan penanganan.

Baca Juga:  Sambut Hari Santri 2026, Pagar Nusa Sumenep Gelar Istighosah, Ketua PCNU Tekankan Peran Strategis Santri

Penguatan komunikasi dan koordinasi rujukan dari bidan praktik mandiri maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit rujukan diperlukan agar ibu bersalin yang mengalami kondisi darurat segera mendapatkan pertolongan.

Materi kedua disampaikan Retno Lian Afifah, SKM., dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, mengenai penguatan penginputan otopsi verbal dan pengkajian kematian ibu serta bayi secara digital melalui aplikasi MPDN.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kelengkapan data dalam pelaporan setiap kejadian kematian ibu maupun bayi. Fasilitas kesehatan wajib menyampaikan notifikasi melalui aplikasi MPDN paling lambat 1 x 24 jam setelah kejadian.

Selanjutnya, pengisian otopsi verbal yang memuat kronologi dan informasi penyebab kematian harus dilakukan secara lengkap dan objektif, dengan penyelesaian maksimal 14 hari setelah pelaporan.

Data yang telah diinput akan menjadi bahan pengkajian tim ahli, termasuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) serta dokter spesialis anak (SpA), untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan kemungkinan kejadian yang dapat dicegah. Proses pengkajian tersebut tetap memperhatikan kerahasiaan informasi kasus.

Baca Juga:  Camat Nonggunong Kawal Pemulangan Nelayan Desa Sonok yang Ditemukan di Perairan Karimunjawa

Penguatan sistem pelaporan digital ini diharapkan membantu tenaga kesehatan menyediakan data kematian ibu dan bayi yang akurat, sehingga hasil pengkajian dapat menjadi dasar evaluasi dan perbaikan pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan tersebut, Tim KIA Dinkes P2KB Sumenep mendorong seluruh peserta memperkuat penerapan standar pelayanan persalinan, meningkatkan kewaspadaan terhadap komplikasi, mempercepat proses rujukan, serta meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan kematian ibu dan bayi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat pencegahan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumenep.@ (rama)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel suaradara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran
Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat
Dinkes Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Fokus Pencegahan Penyakit dari Tingkat Keluarga
Ikhtiar Spiritual, Bupati Sumenep Ajak ASN Baca Surat Al-Waqi’ah
Pemkab Sumenep Terbitkan SE Pakaian Santri bagi ASN dan Non ASN
Festival Musik Tong-Tong se-Madura Semarak, Diskominfo Sumenep Gaungkan Kampanye Digital Lewat “Nongtong Bareng”
Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong di Hari Jadi Daerah
Sipropam Polresta Sumenep Selidiki Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota, Indikasi Pelanggaran Ditemukan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Mutu Persalinan dan Ketepatan Pelaporan Kematian Ibu-Bayi, Jadi Perhatian Dinkes P2KB Sumenep

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dinkes Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Fokus Pencegahan Penyakit dari Tingkat Keluarga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ikhtiar Spiritual, Bupati Sumenep Ajak ASN Baca Surat Al-Waqi’ah

Berita Terbaru

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan supervisi fasilitatif bagi kader Posyandu di Desa Poteran, Kecamatan Talango

Berita

Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:28 WIB