Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family Digelar, Puluhan Grup Siap Unjuk Kemampuan

- Editorial Team

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan salah satu peserta Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family

Penampilan salah satu peserta Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family

Sumenep, Suaradara.com – Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family resmi digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mengusung semangat syiar Islam dan menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2026, kegiatan yang diinisiasi DRT Gemar Bersholawat ini mendapat antusiasme dari puluhan grup banjari di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.

Festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seni musik Islami, tetapi juga ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta melestarikan tradisi shalawat yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju malam puncak DRT Gemar Bersholawat yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

Pada puncak acara tersebut, panitia menghadirkan Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang, di bawah asuhan KH. Muhammad Khoiron Zaini, yang akrab disapa Gus Khoiron.

Kehadiran majelis shalawat tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkumpul, melantunkan shalawat, dan memperkuat persaudaraan dalam suasana religius.

Ketua Panitia Festival Banjari Al – Habsyi, Imam Mustain R., mengatakan bahwa, penyelenggaraan festival ini merupakan ikhtiar DRT Gemar Bersholawat untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas, khususnya generasi muda dan kelompok pecinta shalawat.

Baca Juga:  Warga Desa Prenduan Digegerkan Dengan Temuan Bayi di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan 

Ia menegaskan bahwa, festival ini bukan semata-mata tentang persaingan memperebutkan Piala DRT The Big Family, melainkan juga upaya memberikan ruang bagi kelompok banjari untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan kemampuan, serta memperkuat persaudaraan melalui seni Islami.

“Melalui Festival Banjari Al-Habsyi ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi para pecinta shalawat untuk mengembangkan potensi, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama merawat tradisi seni Islami. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya.

Menurut Imam, semangat Hari Santri Nasional perlu diwujudkan melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memperkuat nilai keagamaan, menjaga akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Karena itu, festival ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama.

Untuk menambah motivasi peserta, panitia menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi grup yang berhasil meraih posisi terbaik. Juara pertama akan memperoleh hadiah Rp5 juta beserta trofi dan piagam penghargaan. Juara kedua mendapatkan Rp3 juta, trofi, dan piagam, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1,5 juta, trofi, dan piagam.

Baca Juga:  Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Bupati Tekankan Pentingnya Integritas dan Keteladanan Bagi Generasi Muda

Panitia juga menyiapkan penghargaan khusus kategori Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta dan piagam penghargaan.

Meski demikian, Imam menegaskan bahwa nilai utama festival tidak hanya terletak pada hadiah maupun gelar juara, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap shalawat yang dibangun melalui kegiatan tersebut.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi adab dan sportivitas. Kemenangan merupakan kebanggaan, tetapi menjaga persaudaraan dan menghidupkan shalawat jauh lebih penting,” tuturnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, rangkaian Festival Banjari Al-Habsyi juga diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.

Kehadiran kelompok banjari dari berbagai wilayah menjadi kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan persaudaraan antarkomunitas.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, DRT Gemar Bersholawat mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumenep untuk menghadiri malam puncak pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru.

Panitia menghadirkan Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang di bawah asuhan KH. Khoiron Zain untuk mengajak masyarakat bershalawat bersama dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.

Baca Juga:  Ketua Banggar DPR Perkirakan Kebutuhan Anggaran MBG 2027 Cukup Rp174 Triliun, Kualitas Tetap Terjaga

Momentum tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat persatuan melalui lantunan shalawat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk hadir dan meramaikan malam puncak DRT Gemar Bersholawat pada 31 Oktober 2026 di Lapangan Desa Banasare. Mari kita bersholawat bersama Gus Khoiron dan Majelis Sholawat At-Taufiq, sekaligus mempererat persaudaraan dalam suasana yang penuh keberkahan,” ajaknya.

Ia berharap, dukungan dan partisipasi masyarakat dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum syiar Islam yang membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Sumenep.

Melalui Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family dan malam puncak DRT Gemar Bersholawat, panitia ingin menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar lantunan pujian kepada Rasulullah SAW, melainkan juga sarana melestarikan tradisi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap shalawat serta menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura.@ (***)

Facebook Comments Box

Penulis : Rokib

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel suaradara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutu Persalinan dan Ketepatan Pelaporan Kematian Ibu-Bayi, Jadi Perhatian Dinkes P2KB Sumenep
Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran
Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat
Dinkes Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Fokus Pencegahan Penyakit dari Tingkat Keluarga
Ikhtiar Spiritual, Bupati Sumenep Ajak ASN Baca Surat Al-Waqi’ah
Pemkab Sumenep Terbitkan SE Pakaian Santri bagi ASN dan Non ASN
Festival Musik Tong-Tong se-Madura Semarak, Diskominfo Sumenep Gaungkan Kampanye Digital Lewat “Nongtong Bareng”
Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong di Hari Jadi Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family Digelar, Puluhan Grup Siap Unjuk Kemampuan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Mutu Persalinan dan Ketepatan Pelaporan Kematian Ibu-Bayi, Jadi Perhatian Dinkes P2KB Sumenep

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu dalam Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dinkes Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Fokus Pencegahan Penyakit dari Tingkat Keluarga

Berita Terbaru

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan supervisi fasilitatif bagi kader Posyandu di Desa Poteran, Kecamatan Talango

Berita

Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:28 WIB