Dari Ruang Kelas Menuju Kegelapan DPO, Jejak Sang Pendidik Yang Luntur

- Editorial Team

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: ABIMANYO

AHMAD bin HOSEN…

Di balik dinding-dinding ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat penyemaian nurani dan pelita peradaban, terselip sebuah kisah kelam tentang sebuah pengkhianatan sunyi. Seorang pendidik yang semestinya berdiri sebagai arsitek masa depan bangsa, justru memilih jalan pengembaraan dalam kegelapan, melarikan diri dari bayang-bayang hukum dan tanggung jawab moral yang mengikat pundaknya.
‎
‎​Status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang kini melekat pada dirinya bukan sekadar selembar status administratif penegak hukum, melainkan sebuah noda pekat di atas kanvas suci dunia pendidikan. Laksana nahkoda yang sengaja menenggelamkan bahtera di tengah badai demi kepentingan pribadi, ia telah mencederai esensi sejati dari seorang guru, yang digugu dan ditiru.
‎
Menanti Hadirnya Keadilan Yang Tegas
‎
‎​Harapan besar kini tertumpu di pundak aparat penegak hukum. Khususnya satreskrim Polresta sumenep. Seluruh mata memandang dengan sejuta asa, menanti langkah sigap dan ketegasan tangan hukum untuk segera meringkus sang buronan.

Baca Juga:  Aktivis Bajingan

‎​Penyergapan dan penangkapan ini bukan sekadar penegakan aturan hukum semata, melainkan sebuah ritual pemulihan, sebuah upaya untuk menghapus duri dalam daging yang selama ini mencabik-cabik rasa keadilan publik, khususnya bagi mereka yang selama ini menaruh kepercayaan penuh pada dunia pendidikan.
‎
‎​Tak hanya kepada pihak kepolisian, desakan moral yang teramat kuat turut dialamatkan kepada pihak sekolah dan Kementerian Agama (Kemenag). Ruang-ruang kelas tidak boleh lagi memberi ruang bagi kompromi terhadap pelanggaran berat yang merusak integritas moral generasi muda.

‎​Publik menuntut agar institusi terkait memberikan sangsi seberat beratnya, menjatuhkan hukuman pemecatan dengan tidak hormat serta sanksi administratif dan hukum setimpal tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Lantik Empat Kepala OPD, Tekankan Integritas, Kolaborasi dan Pelayanan Publik

‎Langkah tegas ini krusial untuk mengembalikan wibawa institusi pendidikan, agar lembaga sekolah kembali menjadi menara gading yang suci dari segala bentuk noda kebejatan moral.
‎
‎​”Pohon yang busuk akarnya harus segera dipangkas, agar tunas-tunas muda yang lain dapat tumbuh menjulang tinggi tanpa tertular racun kepalsuan.”

Facebook Comments Box

Editor : Red

Follow WhatsApp Channel suaradara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat AI Pada Presiden dan Menhan
Tempo Berjudi di Madura
Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Merdeka di Tiang Bendera
Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Dari Ruang Kelas Menuju Kegelapan DPO, Jejak Sang Pendidik Yang Luntur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Surat AI Pada Presiden dan Menhan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:36 WIB

Tempo Berjudi di Madura

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:35 WIB

Merdeka di Tiang Bendera

Berita Terbaru

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan supervisi fasilitatif bagi kader Posyandu di Desa Poteran, Kecamatan Talango

Berita

Dinkes P2KB Sumenep Bina Kader Posyandu di Desa Poteran

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:28 WIB